Tampilkan postingan dengan label mencoba puitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mencoba puitis. Tampilkan semua postingan

Kutujukan Padamu; Masa Kegalauan!

langit ini adalah langit-Mu, 
dan bumi ini adalah bumi-Mu
maka walau di tangan ku ada piala, 
kutahu ini adalah piala-Mu
timur ini adalah barat-Mu, 
dan barat ini adalah timur-Mu
maka walau di mata ku ada Kamu, 
ku tahu ini adalah tatapan-Mu

lagit dan bumi, 
dan dua dunia melangit dan membumi, 
dosa-dosa hamba namun lagit dan bumi, 
milik-Mu layla, Wajah layla, 
buat majnun lupa diri, apalagi dosa

anggur-Mu, 
namun dari Piala-Mu!
dalam piala-Mu, 
namun dengan tuangan-Mu!
tuangan-Mu, namun dengan isyarat-Mu, 
minumlah! kuminum, namun dengan tenggakanMu, 
mabuklah!

kumabuk, 
namun bukan karena anggur
Ku pontang-panting,
namun bukan karena piala,
bibir Mu nan mendayu merah 
duhai penuang...
buat hatiku membara merah, 
duhai sayang...

apa pun yang dikatakan orang
apapun yang kukatakan “aku”
apa pun yang dikatakan angin
Engkau adalah Engkau, 
mulia-Mu adalah jelita-Mu

orang-orang nan cari kemuliaan
rusa-rusa nan cari kerusaan
para pedagang nan cari perdagangan
pecinta nan mencari wajah..
lalu "aku"?

sebenarnya pencari apa?

hanya "kau" lah, iblis dan Tuhan yang tahu..

he6x

-----

Kesempurnaan cinta

Keindahanmu tak pernah dapat terlukiskan
Kecantikanmu menghancurkan hati
Ketulusanmu mengalir sebening kasihmu
Setiamu menguatkan aku

Kau begitu berarti
Sungguh sangat berarti
Kesempurnaan cinta
Kau beri

Aku menyayangimu
Dalam senyum dan tangisku
Dan aku mencintaimu
Dalam hidup dan matiku

Kau begitu berarti
Sungguh sangat berarti
Kesempurnaan cinta
Kau beri

Aku menyayangimu
Dalam senyum dan tangisku
Dan aku mencintaimu
Dalam hidup dan matiku

Aku menyayangimu
Dalam senyum dan tangisku
Dan aku mencintaimu
Dalam hidup dan matiku

Aku menyayangimu
Dalam senyum dan tangisku
Dan aku mencintaimu
Dalam hidup dan matiku
Dalam hidup dan matiku
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...